Minggu, 30 Agustus 2009

Apartemen Pertama, Orchid Invest Rp400 M


PALEMBANG – Kota pempek ini segera memiliki apartemen pertama di kawasan jalan Residen Abdul Rozak (Patal-Pusri), di atas tanah seluas 8 hektare. Proyek perdana tersebut bakal dibangun oleh PT Orchid Residence Indonesia grup Centerpoint.

“Kami telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan Wali Kota Palembang. Terakhir kita laporkan bahwa seluruh persiapan pembangunan apartemen ini sudah siap, dan tinggal running. Menunggu proses perizinan dan amdal,” kata Faisal Perdana, President Commissioner Orchid Residence kepada wartawan, kemarin.

Ia berharap peletakan batu pertama dapat dilakukan November 2009. Target selesai tahun 2011. “Nilai proyek ini Rp400 miliar. Memiliki konsep hunian ekslusif yang simple, aman, praktis, dan nyaman.”

Virgo Riand, director Orchid menambahkan, Orchid terklasifikasi dalam beberapa tipe apartemen. Di antaranya, studio 21 meter persegi, deluxe 33 meter persegi, junior suite 37 meter persegi, dan family suite 55 meter persegi. “Totalnya sekitar 700 unit. Dibanderol dengan harga mulai Rp110 juta-Rp 300 juta,” tukasnya.

Nah, sistem pembelian bisa cash atau credit dengan cicilan mulai Rp3 juta per bulan. Menariknya, Orchid memberikan jaminan sewa 12 persen per tahun kepada pembeli selama 1 tahun sejak serah terima kunci 2011.

“Kalau pembeli belum ingin menunggu apartemennya, bisa disewakan dan kami akan mencarikan penyewanya. Dari segi fasilitas juga memadai. Ada kolam renang, spa, wedding, dan lainnya,” beber Virgo.

Ia menambahkan, dari segi prospek pasar pihaknya berkeyakinan Orchid memiliki potensi yang bagus. Sebab, ini merupakan apartemen pertama dengan 25 lantai.

Apalagi, lanjut dia, kehidupan bisnis di Kota Palembang semakin menggeliat. “Tentu itu, menjadikan kota ini makin metropolitan. Ditambah perkembangan Sumsel dan investor yang masuk tentu saja membutuhkan hunian”.

Tak hanya itu, menurut Virgo, respons wong kito juga cukup luar biasa. Buktinya, baru soft selling sudah ada pemesan sekitar 50 orang. “Dari segi harga memang kompetitif, apartemen perdana, biaya hidup juga makin lebih efisien,” ujarnya. Sengaja dipilih kawasan Abdul Rojak, pasalnya di sana merupakan kawasan perumahan mewah dan sekolah-sekolah berkualitas seperti Kusuma Bangsa, MDP, STIE Musi, mal juga dekat.

Libur Lebaran PNS 6 Hari

PALEMBANG(SINDO) – Lebaran tahun ini,pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan libur bersama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sesuai keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Nomor 4 tahun 2008.

Libur bersama PNS ini juga berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sumsel Nomor 800/2400/BKD.I- /2008, prihal libur bersama pada hari raya Idul Fitri 1430 H. Dalam surat edaran tersebut disebutkan kalau libur PNS selama 6 hari, terhitung mulai 18 September-23 September 2009. Asisten IV Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian Setdaprov Sumsel Yusri Effendi mengatakan, libur nasional dalam rangka Idul Fitri 1430 H sudah menjadi hak PNS setiap tahunnya.

Meskipun begitu, setiap SKPD khususnya pimpinan masing-masing dapat melakukan pengawasan, saat libur bersama tersebut sudah dilalui.” Bagi PNS yang bolos tentu ada sanksinya dan tetap kita pantau,” ungkap Yusri kepada Seputar Indonesia,kemarin. Sanksi yang diberikan, kata Yusri, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 tahun 1980, tentang peraturan disiplin PNS. Libur selama 6 hari tersebut, diyakini Yusri sudah cukup dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh PNS.

Nanti, setelah lubur bersama, bagi PNS yang mengajukan izin, terlebih dahulu izin tersebut akan dicek lebih lanjut apakah memungkinkan. Namun, bagi PNS yang sakit, tentu saja tidak dipermasalahkan. ”Kalau sudah ketentuannya harus masuk, maka PNS harus disiplin,”tegas Yusri. Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Sumsel,Musyrif Suwardi juga memberikan warning PNS untuk mematuhi ketentuan yang berlaku.

Bagi PNS yang membolos,maka inspektorat dapat memberikan sanksi baik yang sifatnya ringan, sedang dan berat,tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan. Sebagai tahap awal, sanksi diberikan dapat bentuk teguran. Jika tetap tidak diindahkan, maka dapat diberikan sanksi yang lebih tegas mulai dari mutasi jabatan, pembayaran gaji ditunda hingga jika terjadi pelanggaran fatal seperti terlibat narkoba maka PNS yang bersangkutan bisa dipecat.

Meskipun begitu, bila ada PNS yang berhalangan masuk kerja usai libur lebaran atau sebelum lebaran, terlebih dahulu dapat membuat surat permohonan izin tertulis kepada atasan masing-masing. (siera syailendra)

Helmy Yahya Bidik Bupati OI

PALEMBANG (SI) – Presenter kondang Helmy Yahya dipastikan maju untuk menantang IncumbentH Mawardi Yahya sebagai calon Bupati Ogan Ilir (OI), pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten OI,25 Juni 2010 mendatang.

Dihubungi via telepon selulernya tadi malam,adik kandung Tantowi Yahya ini menegaskan, kesiapan dan keseriusannya untuk maju mencalonkan diri menjadi Bupati OI, karena didasari permintaan masyarakat Kabupaten OI, baik yang disampaikan secara langsung maupun via SMS kepada dirinya.” Itu motivasi utama saya untuk maju, dan sebagai putra daerah memenuhi permintaan itu merupakan suatu kehormatan,” tegas pria kelahiran OI ini.

Dia mengatakan, permintaan itu disampaikan masyarakat dengan harapan pembangunan di OI dapat dilaksanakan lebih baik lagi. Karena, sejak dimekarkan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten OI terlihat tertinggal dengan kabupaten lain yang bersamaan dimekarkan. Padahal, lanjut dia, posisi OI berdekatan dengan Palembang dan berada di perlintasan jalan lintas timur dan lintas tengah, yang seharusnya OI dapat berkembang lebih cepat sebagai daerah penyangga.

Dia menyatakan, OI memiliki potensi yang besar untuk maju, selain letaknya yang strategis, di OI juga ada sejumlah potensi sumber daya alam (SDA) yang memadai untuk dikembangkan. ”Saya akan memanfaatkan semua jaringan, termasuk di pusat untuk memajukan OI. Bila masyarakat OI ingin ada perubahan, maka pilihlah saya,” ujarnya berpromosi. Mengenai persiapannya saat ini untuk menantang incumbent Mawardi Yahya, Helmy mengaku sudah melakukan berbagai persiapan. ”Saat ini saya sudah melakukan diskusi dengan temanteman, termasuk beberapa partai yang akan mendukung, dan responnya baik,”katanya.

Sementara untuk aksi yang lebih luas terkait keinginannya untuk maju sebagai Bupati OI,dia mengatakan segera akan melakukannya pada saat yang tepat. Helmy juga mengaku, saat ini dirinya masih melihat dulu bagaimana reaksi masyarakat, atas keseriusannya mencalonkan diri.”Saya kira masyarakat sudah cukup mengenal saya, tinggal komunikasi saja,”ucapnya yakin. Disinggung partai apa saja yang akan mendukungnya nanti?

Apakah partai pendukungnya nanti, sama dengan saat dirinya menjadi calon wakil gubernur? Helmy menjawab sebagian ya. “Tahu, sendirikan,” ujarnya tanpa menyebut sebagian nama partai yang mengusungnya. Ditanya siapa nama yang bakal digandeng sebagai wakilnya nanti? Helmy mengaku belum menentukan pilihan.Namun,dia berharap, nantinya akan mendapatkan wakil yang memiliki komitmen kuat untuk bersama-sama membangun OI.Apakah ada yang sudah melakukan pendekatan? Helmy menjawab sudah ada.

”Saya berjanji akan total mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemakmuran Ogan Ilir.Begitu terpilih, saya akan langsung tinggal di Indralaya (Ibu Kota Ogan Ilir),” janjinya. Terpisah, Ketua DPC PDIP Kabupaten OI H Yulian Gunhar menyatakan, dirinya belum bisa berkomentar banyak soal majunya Helmy Yahya dalam Pilkada OI mendatang. Karena, Pilkada Kabupaten OI sendiri masih cukup lama. Menurut dia, pihaknya akan mengikuti arahan partai baik dari pengurus DPP PDI Perjuangan dan DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan.

”Kita lihat saja nanti ya,”ujarnya singkat. Mengomentari keinginan Helmy Yahya menyalonkan diri sebagai calon Bupati OI,menurut Yulian sah-sah saja.”Silakan saja itu, merupakan hak warganegara, harus kita hormati,”ujarnya datar.

Sekedar mengingatkan,Pilkada Ogan Ilir rencananya akan digelar Juni 2010, dan beberapa waktu lalu Helmy Yahya dalam suatu pertemuan dengan media telah menyatakan kesiapannya berkompetisi dan diperkirakan bakal menajdi pesaing ketat Bupati Mawardi Yahya yang bakal menyalonkan diri kembali. (muhlis)

Selasa, 12 Mei 2009

PNS Bolos Ikuti Undian Pesirah

KAYUAGUNG(SI)–Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di pelbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI kemarin terlihat bolos.

Sekitar pukul 09.00 WIB, para abdi negara ini sudah memadati halaman Bank Sumsel Cabang Kayuagung untuk mengikuti pengundian dan penarikan undian pesirah Bank Sumsel. Pantauan SI, terlihat banyak PNS yang menghadiri penarikan undian pesirah yang diselenggarakan Bank Sumsel Cabang Kayuagung. Seharusnya pada jam kerja pukul 08.00 WIB-16.00 WIB, para PNS ini harus tetap berada di dalam ruangan dan kantor.

Disinyalir banyaknya PNS yang membolosuntukmengikutipenarikan undian pesirah Bank Sumsel tanpa diketahui dan seizin kepala SKPD masing-masing. Kendatipun para PNS yang datang mengikuti undian pesirah ini merupakan nasabah dari Bank Sumsel,namun mereka telah melanggar jam kerja.Tampak hadir dalam penarikan undian pesirah ke- 17 tersebut, di antaranya, Wakil Bupati OKI H Engga Dewata Zainal, Asisten III Setda OKI Ismail Faisol. “Para PNS seharusnya dituntut untuk bekerja secara profesional dan tidak seenaknya saja keluar masuk kantor.

Apalagi tanpa seizin kepala kantor ataupun SKPD masing-masing,”kata Ketua Moule Mounai (Pemuda dan Pemudi) Kabupaten OKI Nurmuin kemarin. Dia berasumsi,rendahnya kesadaran para PNS terhadap tanggung jawab,tugas dan fungsi sebagai abdi negara yang membuat mereka tetap bersikukuh untuk mengikuti undian pesirah itu.

Sementara itu, Camat Kota Kayuagung Karsudin Aguscik mengaku pihaknya mendapat undangan dari Bank Sumsel untuk menghadiri penarikan undian pesirah Bank Sumsel. Dihubungi terpisah,Wakil Kepala Bank Sumsel Cabang Kayuagung Yantris kemarin mengatakan, mereka yang hadir dalam penarikan undian pesirah ke-17 ini merupakan nasabah Bank Sumsel. (darfian mj suprana)

Selasa, 05 Mei 2009

Ribuan Suara Caleg PKPB Lenyap

KAYUAGUNG, SENIN - Rapat pleno terbuka KPUD Kabupaten OKI, kian memanas. Pasalnya ada dugaan di PPK Kecamatan Sungai Menang Desa Sunggai Ceper ada suara caleg lenyap.

Suara hilang tersebut diketahui rekap dari KPPS ke PPK kecamatan di formulir C1 banyak data yang telah diganti. Hal ini diakui Ketua PPS Desa Sungai Ceper.

"Saya akui pak, ada suara dari Partai PKPB hilang ribuan suara lebih," akuinya.

Masih katanya, terjadinya suara hilang tersebut karena ada tekanan dari partai yang tak bertanggungjawab.

Sementara, caleg dari PKPB, Khairul Saleh, BSc, SH, MH mengatakan, terjadi perekapan ulang yang dilakukan KPPS Desa Sungai Ceper mengakibatkan partai PKPB kehilangan suara lebih dari seribu. "Saksi saya tidak diberikan C1, KPPS dan PPK kecamatan mengakui kalau pada saat penghitungan suara partai PKPB mencapai ribuan lebih," tegas Khairul.

12 Ton Jeruk Dijarah Warga

KAYUAGUNG, SENIN – Jeruk sunkis sebanyak 12 ton yang diangkut truk fuso Nomor polisi BH 8818 GI habis karena dijarah warga Desa Srinanti Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Penjarahan tersebut terjadi karena fuso tadi terbalik di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Senin (4/5) dini hari.

"Wah pak, tak bisa dihindari lagi kecelakaan ini. Saya menghindari kendaraan motor yang terlalu ke kanan," kata Fery seraya menatap jeruk yang dibawanya itu tak tersisa di dalam bak truk karena sudah dijarah warga yang telah membantu mengevakuasi truk yang saat itu terbalik dalam keadaan melintangi jalan yang menyebabkan jalur kendaraan macet berjam-jam.

Dari 12 ton jeruk, yang hanya tersisa jeruk yang berhamburan dan sudah terinjak-injak warga. Sedangkan, jeruk yang masih terbungkus dalam kotak kardus sudah diangkat warga. Kendati sudah beberapa kali dilarang kernet maupun sopir warga tersebut tak perdulikan dan mereka tanpa dosa mengangkatnya bak milik sendiri.

"Santai saja pak, ambil saja. Ini kan rezeki mendadak. Selain itu, warga disini kan membantu menggeserkan badan truk yang menutupi jalur jalan baik dari arah Lampung maupun Palembang," celetuk warga seraya mengangkat kotak jeruk menuju pulang.