Selasa, 12 Mei 2009

PNS Bolos Ikuti Undian Pesirah

KAYUAGUNG(SI)–Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di pelbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI kemarin terlihat bolos.

Sekitar pukul 09.00 WIB, para abdi negara ini sudah memadati halaman Bank Sumsel Cabang Kayuagung untuk mengikuti pengundian dan penarikan undian pesirah Bank Sumsel. Pantauan SI, terlihat banyak PNS yang menghadiri penarikan undian pesirah yang diselenggarakan Bank Sumsel Cabang Kayuagung. Seharusnya pada jam kerja pukul 08.00 WIB-16.00 WIB, para PNS ini harus tetap berada di dalam ruangan dan kantor.

Disinyalir banyaknya PNS yang membolosuntukmengikutipenarikan undian pesirah Bank Sumsel tanpa diketahui dan seizin kepala SKPD masing-masing. Kendatipun para PNS yang datang mengikuti undian pesirah ini merupakan nasabah dari Bank Sumsel,namun mereka telah melanggar jam kerja.Tampak hadir dalam penarikan undian pesirah ke- 17 tersebut, di antaranya, Wakil Bupati OKI H Engga Dewata Zainal, Asisten III Setda OKI Ismail Faisol. “Para PNS seharusnya dituntut untuk bekerja secara profesional dan tidak seenaknya saja keluar masuk kantor.

Apalagi tanpa seizin kepala kantor ataupun SKPD masing-masing,”kata Ketua Moule Mounai (Pemuda dan Pemudi) Kabupaten OKI Nurmuin kemarin. Dia berasumsi,rendahnya kesadaran para PNS terhadap tanggung jawab,tugas dan fungsi sebagai abdi negara yang membuat mereka tetap bersikukuh untuk mengikuti undian pesirah itu.

Sementara itu, Camat Kota Kayuagung Karsudin Aguscik mengaku pihaknya mendapat undangan dari Bank Sumsel untuk menghadiri penarikan undian pesirah Bank Sumsel. Dihubungi terpisah,Wakil Kepala Bank Sumsel Cabang Kayuagung Yantris kemarin mengatakan, mereka yang hadir dalam penarikan undian pesirah ke-17 ini merupakan nasabah Bank Sumsel. (darfian mj suprana)

Selasa, 05 Mei 2009

Ribuan Suara Caleg PKPB Lenyap

KAYUAGUNG, SENIN - Rapat pleno terbuka KPUD Kabupaten OKI, kian memanas. Pasalnya ada dugaan di PPK Kecamatan Sungai Menang Desa Sunggai Ceper ada suara caleg lenyap.

Suara hilang tersebut diketahui rekap dari KPPS ke PPK kecamatan di formulir C1 banyak data yang telah diganti. Hal ini diakui Ketua PPS Desa Sungai Ceper.

"Saya akui pak, ada suara dari Partai PKPB hilang ribuan suara lebih," akuinya.

Masih katanya, terjadinya suara hilang tersebut karena ada tekanan dari partai yang tak bertanggungjawab.

Sementara, caleg dari PKPB, Khairul Saleh, BSc, SH, MH mengatakan, terjadi perekapan ulang yang dilakukan KPPS Desa Sungai Ceper mengakibatkan partai PKPB kehilangan suara lebih dari seribu. "Saksi saya tidak diberikan C1, KPPS dan PPK kecamatan mengakui kalau pada saat penghitungan suara partai PKPB mencapai ribuan lebih," tegas Khairul.

12 Ton Jeruk Dijarah Warga

KAYUAGUNG, SENIN – Jeruk sunkis sebanyak 12 ton yang diangkut truk fuso Nomor polisi BH 8818 GI habis karena dijarah warga Desa Srinanti Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Penjarahan tersebut terjadi karena fuso tadi terbalik di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Senin (4/5) dini hari.

"Wah pak, tak bisa dihindari lagi kecelakaan ini. Saya menghindari kendaraan motor yang terlalu ke kanan," kata Fery seraya menatap jeruk yang dibawanya itu tak tersisa di dalam bak truk karena sudah dijarah warga yang telah membantu mengevakuasi truk yang saat itu terbalik dalam keadaan melintangi jalan yang menyebabkan jalur kendaraan macet berjam-jam.

Dari 12 ton jeruk, yang hanya tersisa jeruk yang berhamburan dan sudah terinjak-injak warga. Sedangkan, jeruk yang masih terbungkus dalam kotak kardus sudah diangkat warga. Kendati sudah beberapa kali dilarang kernet maupun sopir warga tersebut tak perdulikan dan mereka tanpa dosa mengangkatnya bak milik sendiri.

"Santai saja pak, ambil saja. Ini kan rezeki mendadak. Selain itu, warga disini kan membantu menggeserkan badan truk yang menutupi jalur jalan baik dari arah Lampung maupun Palembang," celetuk warga seraya mengangkat kotak jeruk menuju pulang.